Runtut.com

Karhutla Melanda Gunung Lawu, Ratusan Personel Dikerahkan

Kebakaran di lereng Gunung Lawu menjadi perhatian setelah api melanda kawasan hutan dan memicu pengerahan personel gabungan untuk pemadaman.

2 menit baca
Kebakaran Terjadi di lereng gunung Lawu, Jawa Tengah
Kebakaran Terjadi di lereng gunung Lawu, Jawa Tengah — Instagram - @seputarjenawi

KARANG ANYAR, JAWA TENGAH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hingga Selasa (20/10/2026), kebakaran masih menjadi perhatian tim gabungan karena api dilaporkan meluas dan upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Kebakaran mulai diketahui pada Kamis (15/10/2026) di kawasan hutan Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Api membakar vegetasi berupa hutan pinus dan ilalang di lereng gunung tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru, luas area terdampak diperkirakan mencapai 130–140 hektare, bergantung pada waktu dan sumber pembaruan data. Laporan pada Selasa pagi juga menyebut dua titik api utama masih aktif.

Ratusan Personel Dikerahkan untuk Pemadaman

Penanganan karhutla melibatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, relawan, Perhutani, dan instansi terkait. ANTARA melaporkan sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk membantu pemadaman pada Sabtu (17/10/2026).

Petugas berupaya mengendalikan api menggunakan peralatan pemadaman manual serta membuat sekat bakar untuk mencegah perambatan. Namun, medan yang terjal, angin kencang, dan keterbatasan sarana menjadi tantangan dalam menjangkau sejumlah titik kebakaran.

Upaya pemadaman melalui udara atau water bombing juga direncanakan. Meski demikian, kondisi cuaca, termasuk awan tebal, sempat menghambat pelaksanaannya. Karena itu, penanganan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan keselamatan petugas maupun relawan.

Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Kebakaran juga berdampak pada aktivitas pendakian Gunung Lawu. Jalur pendakian ditutup sementara sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kebakaran dan untuk menjaga keselamatan pendaki.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar sebelumnya menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 14 hari, terhitung mulai 17 Oktober 2026. Status tersebut ditujukan untuk mempercepat koordinasi dan penanganan kebakaran.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan, termasuk membakar sampah atau menyalakan api secara sembarangan.

Hingga laporan ini disusun, perkembangan luas kebakaran dan kondisi titik api masih perlu dipantau melalui pembaruan resmi dari petugas di lapangan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Aksi Damai TRC PPA Kaltim di Kantor Gubernur Desak Penanganan Karhutla dan Perlindungan Kelompok Rentan
Bencana Alam dan Krisis

Aksi Damai TRC PPA Kaltim di Kantor Gubernur Desak Penanganan Karhutla dan Perlindungan Kelompok Rentan

TRC PPA Kaltim menggelar aksi di Kantor Gubernur pada 19 Oktober 2026, mendesak penguatan penanganan karhutla dan perlindungan kesehatan masyarakat rentan.

Mila Nabilah· 8 jam lalu
Kebakaran Gunung Lawu Capai 100 Hektare, Pemkab Karanganyar Berlakukan Tanggap DaruratBreaking
Bencana Alam dan Krisis

Kebakaran Gunung Lawu Capai 100 Hektare, Pemkab Karanganyar Berlakukan Tanggap Darurat

Belum kunjung padam, kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Lawu capai 100 hektare. Pemkab Karanganyar berlakukan status tanggap darurat.

Nurul Hidayah· 12 jam lalu
Kabut Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Jangan Abaikan Kualitas Udara
Bencana Alam dan Krisis

Kabut Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Jangan Abaikan Kualitas Udara

Asap mulai menjauh, tetapi paparan polusi tetap perlu diwaspadai. Simak langkah sederhana melindungi pernapasan di tengah perubahan kualitas udara.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Darurat Karhutla di Kutai Timur: Lahan Gambut Sangatta Membara, Ratusan Warga Terjangkit ISPA
Bencana Alam dan Krisis

Darurat Karhutla di Kutai Timur: Lahan Gambut Sangatta Membara, Ratusan Warga Terjangkit ISPA

Kebakaran lahan gambut melalap puluhan hektare di Sangatta, Kutai Timur. Asap pekat memicu 572 kasus ISPA, warga dan relawan berjibaku padamkan api.

Mila Nabilah· 3 hari lalu
Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Tidak Hanya Malaysia, Singapura Juga Terdampak Kabut Asap Karhutla Indonesia

Tak hanya Malaysia, kabut asap karhutla Indonesia juga berdampak pada Singapura. Simak kondisi kualitas udara dan langkah perlindungan warganya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 4 hari lalu
Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat
Bencana Alam dan Krisis

Dampak Karhutla Meluas ke Malaysia, Puluhan Wilayah Hadapi Udara Tidak Sehat

Karhutla di Kalimantan dan Sumatra berkaitan dengan kabut asap di Malaysia. Puluhan wilayah terdampak pencemaran udara pada Oktober 2026.

Muhammad Rafi Ashidiq· 5 hari lalu