Pemkot Manado tetapkan status darurat akibat kabut asap dan kemarau ekstrem. Simak ulasan lengkap, dampak kesehatan, dan langkah penanganannya di sini.
MANADO - Pemerintah Kota Manado resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau selama 14 hari. Langkah tegas ini diambil menyusul pekatnya kabut asap yang menyelimuti kawasan perkotaan akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kiriman asap dari wilayah sekitar.
Pemandangan ikonik Kota Manado, mulai dari lanskap Gunung Klabat hingga pemandangan Gunung Tumpa, sempat tertutup gumpalan asap abu-abu pekat. Data kualitas udara memburuk hingga menyentuh Indeks Kualitas Udara (AQI) 110 atau masuk dalam kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, dengan tingkat polutan utama PM2.5 yang tercatat melebihi ambang batas aman harian.
Menanggapi lonjakan titik api dan menurunnya kualitas udara di wilayahnya, Wali Kota Manado menegaskan perlunya tindakan cepat dan kolaboratif dari seluruh lini.
"Data kebakaran di Manado menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena iklim yang memicu musim kemarau panjang. Gotong royong antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk mencegah karhutla lebih lanjut serta menjaga keselamatan warga," ujar Andrei Angouw, Wali Kota Manado.
Sementara itu, dari pihak legislatif, dorongan agar penanganan berjalan optimal dan tidak sebatas imbauan turut disampaikan secara tegas.
"Kondisi udara yang dipenuhi asap di sejumlah titik Sulawesi Utara ini perlu mendapat perhatian serius. Pengawasan terhadap instansi teknis terkait harus ditingkatkan agar upaya penanganan tidak berhenti pada imbauan semata, melainkan ada langkah konkrit pencegahan serta penindakan di lapangan," tegas Amir Liputo, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kota Manado mengeluarkan imbauan resmi terkait proteksi diri warga:
"Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan atau jantung diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker pelindung standar seperti N95 atau KN95 serta hindari tindakan memicu polusi tambahan di lingkungan sekitar."
Kualitas Udara dan Krisis Air Bersih
Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan pada saluran pernapasan. Kemarau panjang yang mengiringi fenomena asap ini turut memicu krisis pasokan air bersih. Lebih dari 4.515 jiwa warga di beberapa kecamatan di Kota Manado mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian.
Pemerintah Kota Manado bersama BPBD kini terus mengoperasikan armada tangki air guna mendistribusikan pasokan darurat ke wilayah pemukiman yang mengering, sembari menyiagakan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga juga diingatkan keras untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan metode pembakaran dalam kondisi angin kencang dan cuaca kering saat ini.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab