Runtut.com

Manado Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kemarau dan Kabut Asap

Pemkot Manado tetapkan status darurat akibat kabut asap dan kemarau ekstrem. Simak ulasan lengkap, dampak kesehatan, dan langkah penanganannya di sini.

2 menit baca
Asap menyelimuti Kota Tahuna dan sekitarnya.
Asap menyelimuti Kota Tahuna dan sekitarnya. — Foto: Manado Post

MANADO - Pemerintah Kota Manado resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau selama 14 hari. Langkah tegas ini diambil menyusul pekatnya kabut asap yang menyelimuti kawasan perkotaan akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kiriman asap dari wilayah sekitar.

Pemandangan ikonik Kota Manado, mulai dari lanskap Gunung Klabat hingga pemandangan Gunung Tumpa, sempat tertutup gumpalan asap abu-abu pekat. Data kualitas udara memburuk hingga menyentuh Indeks Kualitas Udara (AQI) 110 atau masuk dalam kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, dengan tingkat polutan utama PM2.5 yang tercatat melebihi ambang batas aman harian.

Menanggapi lonjakan titik api dan menurunnya kualitas udara di wilayahnya, Wali Kota Manado menegaskan perlunya tindakan cepat dan kolaboratif dari seluruh lini.

"Data kebakaran di Manado menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena iklim yang memicu musim kemarau panjang. Gotong royong antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk mencegah karhutla lebih lanjut serta menjaga keselamatan warga," ujar Andrei Angouw, Wali Kota Manado.

Sementara itu, dari pihak legislatif, dorongan agar penanganan berjalan optimal dan tidak sebatas imbauan turut disampaikan secara tegas.

"Kondisi udara yang dipenuhi asap di sejumlah titik Sulawesi Utara ini perlu mendapat perhatian serius. Pengawasan terhadap instansi teknis terkait harus ditingkatkan agar upaya penanganan tidak berhenti pada imbauan semata, melainkan ada langkah konkrit pencegahan serta penindakan di lapangan," tegas Amir Liputo, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD Kota Manado mengeluarkan imbauan resmi terkait proteksi diri warga:

"Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan atau jantung diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker pelindung standar seperti N95 atau KN95 serta hindari tindakan memicu polusi tambahan di lingkungan sekitar."

Kualitas Udara dan Krisis Air Bersih

Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan pada saluran pernapasan. Kemarau panjang yang mengiringi fenomena asap ini turut memicu krisis pasokan air bersih. Lebih dari 4.515 jiwa warga di beberapa kecamatan di Kota Manado mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian.

Pemerintah Kota Manado bersama BPBD kini terus mengoperasikan armada tangki air guna mendistribusikan pasokan darurat ke wilayah pemukiman yang mengering, sembari menyiagakan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga juga diingatkan keras untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan metode pembakaran dalam kondisi angin kencang dan cuaca kering saat ini.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak

Banjir bandang menerjang Gayo Lues, Aceh, setelah tanggul sungai jebol. Sebanyak 130 keluarga terdampak akibat luapan air.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu
Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi
Bencana Alam dan Krisis

Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi

Kondisi karhutla Jambi membaik dengan nihilnya hotspot berkepercayaan tinggi, tetapi pemadaman dan pencegahan kebakaran masih terus dilakukan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 6 hari lalu
Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Malaysia menawarkan pesawat amfibi, helikopter, dan 44 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia. BNPB masih mengkaji kebutuhan operasi.

Muhammad Rafi Ashidiq· 6 hari lalu
Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam

Karhutla Gunung Ciremai telah padam, tetapi habitat satwa endemik terancam. Bayi surili Jawa berhasil diselamatkan dan kembali ke induknya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya
Bencana Alam dan Krisis

Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Di tengah langit yang diselimuti asap, lantunan Ibu Pertiwi dari para siswi Palangka Raya menghadirkan kisah tentang duka, ironi, dan harapan bagi lingkungan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam
Bencana Alam dan Krisis

Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam

Hujan mengguyur Gunung Arjuno saat karhutla melanda Jawa Timur. Sebagian besar titik api di Pasuruan mulai padam, tetapi pemantauan berlanjut.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu