Runtut.com

Karhutla Selimuti Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Kualitas udara Jambi memburuk akibat kabut asap karhutla. Warga diimbau pakai masker dan batasi aktivitas luar ruangan. Simak selengkapnya!

3 menit baca
3
Kualitas udara Kota Jambi
Kualitas udara Kota Jambi — Foto: jektvnews.com - Disway

RUNTUT.COM – Asap kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara memburuk di sejumlah wilayah Indonesia pada 2026. Jambi menjadi kota dengan kota dengan kualitas udara terburuk di dunia

BNPB melaporkan per 30 September 2026 masih ada karhutla seluas 96,07 hektare di enam provinsi yang belum bisa dipadamkan.

Peningkatan luas area yang belum padam tercatat di Sumatera Selatan sebesar 4,15 hektar dan Riau sebesar 0,5 hektare.

Kondisi tersebut menyebabkan beberapa wilayah terdampak paparan asap. Menurut data pengukuran AQI US pada 8 Oktober 2026 pukul 12.13 WIB, Jambi menjadi kota dengan kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan skor 306 kategori berbahaya. Pekanbaru berada di posisi kedua dengan skor 244 kategori parah. 

Pada Minggu 4 Oktober 2026 Jambi dan Palembang masih diselimuti asap pekat dengan jarak pandang di Kota Jambi tercatat hanya 900 meter. 

Kebakaran hutan Kalimantan karhutla
Kebakaran hutan Kalimantan karhutla — foto: BPBD

Sebaran Wilayah Terdampak dan Lonjakan Angka AQI

Wilayah lain yang masuk kategori parah adalah Palangka Raya dengan skor AQI 222. Sementara Palembang memiliki skor 183 dan masuk kategori tidak sehat berdasarkan pengukuran AQI US. 

Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Selain angka AQI yang mencapai 771, pemantauan di sejumlah stasiun juga memperlihatkan kondisi yang sama-sama mengkhawatirkan.

Stasiun pemantau di Jambi mencatat AQI 730, sedangkan stasiun di Muaro Jambi mencapai 597 AQI+ US pada waktu pemantauan yang sama. Kondisi tersebut terjadi di tengah bencana karhutla yang masih melanda sejumlah wilayah Jambi.

Sistem pemantauan juga menunjukkan adanya indikasi active fire nearby atau titik api aktif di sekitar wilayah pemantauan.

Tingginya konsentrasi PM.25 membuat kabut asap semakin pekat dan kualitas udara turun drastis.

Kondisi ini juga menjadi perhatian karena angka AQI 771 merupakan level yang sangat tinggi dibandingkan catatan kualitas udara selama periode karhutla yang berlangsung di Jambi.

Pada saat data tersebut dicatat, kondisi cuaca di wilayah pemantauan menunjukkan suhu sekitar 29 derajat Celcius, kecepatan angin 6 kilometer per jam, dan kelembaban 51 persen.

Dengan kondisi udara yang sudah berada pada level berbahaya, masyarakat Jambi dan Muaro Jambi diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji memaparkan bahwa Kabupaten Muaro Jambi mencatatkan angka ISPU tertinggi yakni sebesar 617 yang masuk dalam kategori berbahaya.

Kondisi serupa terjadi di Kota Jambi dengan angka ISPU 355 dan Kabupaten Tebo sebesar 336 yang juga berada pada tingkat berbahaya. 

Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatatkan angka ISPU sebesar 205 yang mengindikasikan kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat bagi masyarakat.

Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi udara. Mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup pintu serta jendela ketika asap masuk ke rumah dapat membantu mengurangi paparan.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti respirator N95 yang terpasang dengan baik.

Warga juga perlu memantau pembaruan kualitas udara karena kondisi dapat berubah mengikuti cuaca dan aktivitas kebakaran.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua