Runtut.com – Bandung tidak hanya menwarkan pemandangan alam yang asri dan kuliner yang lezat. Kota Paris van Java ini juga menyimpan sejuta cerita sejarah yang membentuk perjalanan bangsa Indonesia.
Berikut adalah rekomendasi destinasi bersejarah yang siap membawa wisatawan melintasi lorong waktu.
1. Gedung Sate
Gedung Sate Bandung merupakan salah satu ikon arsitektur paling terkenal di Jawa Barat. Bangunan bersejarah ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang sarat nilai sejarah.
Saat ini, Gedung Sate Bandung tidak hanya berfungsi sebagai kantor Gubernur Jawa Barat, tetapi juga memiliki museum yang terbuka untuk umum.
Museum Gedung Sate menghadirkan diorama sejarah pembangunan, koleksi arsip, serta teknologi interaktif yang membantu kamu memahami perjalanan panjang gedung ini.
Di area dalamnya, kamu bisa melihat berbagai ruang bersejarah yang dulu digunakan sebagai kantor administrasi kolonial. Beberapa bagian tertentu tetap difungsikan untuk kegiatan resmi pemerintahan sehingga aksesnya terbatas.
2. Gedung Merdeka

Gedung Merdeka yang terletak di Jalan Asia Afrika Bandung ini, pada tahun 1895, hanya berupa bangunan sederhana.
Bangunan yang mempunyai luas tanah 7.500 meter persegi itu, menjadi tempat pertemuan Societeit Concordia, sebuah perkumpulan beranggotakan orang-orang Eropa, terutama Belanda yang berdomisili di Kota Bandung dan sekitarnya.
Gedung ini pernah juga digunakan sebagai Markas Besar Tentara Republik Indonesia (masa perang kemerdekaan), Gedung Konstituante (1950), Tahun 1955 bangunan ini digunakan sebagai tempat Konferensi Asia-Afrika yang diikuti oleh 40 negara dan pada masa ini Bung Karno mengganti namanya menjadi Gedung Merdeka, Tahun 1960 menjadi Gedung MPRS.
Menikmati Kopi di Tengah Alam, Ini Rekomendasi Coffee Shop di Bandung5 Oktober 2026 pukul 13.543. Museum Konferensi Asia Afrika
Museum KAA, tempat sejarah Asia Afrika dikibarkan, tempat Kemitraan Asia Afrika ditegakkan demi masa depan yang lebih baik.
Berlokasi di Bandung, Museum KAA memiliki sejarah sebagai tempat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Museum ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto, pada tanggal 24 April 1980 pada peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika.
Konferensi Asia Afrika di tahun 1955 yang digagas dengan tujuan mempersatukan sikap serta membangun kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia Afrika serta membantu terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia.
Sehingga salah satu hasil sejarah yang tercipta dari konferensi internasional terbesar di Bandung waktu itu adalah dengan lahirnya Dasa Sila Bandung yang sangat terkenal dan fenomenal.
Dasa Sila Bandung menjadi pedoman serta semangat bagi bangsa-bangsa di Benua Asia dan Afrika yang waktu itu masih banyak yang terjajah untuk berjuang memperoleh hak-hak kemerdekaannya.
4. Museum Mandala Wangsit Siliwangi
Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah sebuah museum khusus yang berlokasi di Jalan Lembong No. 38, Kota Bandung, Jawa Barat.
Nama “Mandala Wangsit” sendiri berarti tempat menyimpan amanat, petuah atau nasihat, sedangkan “Siliwangi” diambil dari nama raja legendaris Kerajaan Sunda yang menjadi simbol ketegasan, kebijaksanaan, dan wibawa — nilai-nilai yang ingin diwariskan museum ini kepada generasi mendatang.
Museum Mandala Wangsit Siliwangi dimiliki oleh TNI Angkatan Darat dan secara operasional dikelola oleh Kodam III/Siliwangi, sebagai bagian dari unit sejarah dan permuseuman di lingkungan militer.
Koleksi dan kegiatan museum didukung oleh institusi terkait untuk menjaga relevansi narasi sejarah serta kesinambungan pelestarian artefak perang, seragam, dokumentasi dan benda-benda bersejarah lainnya.




