Mengapa Wellness, Wisata Religi, dan Festival Daerah Makin Diminati di 2026?
Nilai ekonomi wellness menembus triliunan rupiah hingga semarak festival budaya seperti Wakatobi WAVE dan Festival Danau Poso membuktikan positif pariwisata.
Sektor pariwisata Indonesia bergeser ke arah purposeful travel. Tiga pilar utama—wellness tourism, wisata religi, dan festival budaya daerah—kini menjadi akselerator penting pendorong ekonomi lokal dan daya tarik wisatawan. — Foto: Kementrian Pariwisata
RUNTUT.COM – Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pergerasan ke arah wisata bermakna (purposeful travel), dengan tren utama yang berkembang pesat meliputi wellnes tourism, wisata religi, serta festival unggulan daerah.
Tiga pilar utama sedang menjadi akselerator penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia: pesatnya tren wellness tourism (wisata kebugaran), penguatan wisata religi daerah, serta keberhasilan penyelenggaraan event festival unggulan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
1. Pertumbuhan Tren Wellness Tourism (Wisata Kebugaran)
Wisatawan kini berburu pengalaman yang lebih bermakna. Kombinasi wellness tourism berbasis tradisi lokal, perjalanan spiritual. — Dok. Istimewa
Sektor wellness tourism berkembang pesat dari sekadar gaya hidup menjadi salah satu penggerak ekonomi utama pariwisata nasional.
Proyeksi Pasar & Resiliensi Industri: Berdasarkan data dari Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness secara global telah menembus angka US$ 6,8 triliun.
Di Indonesia sendiri, sebanyak 56,41% ahli pariwisata memproyeksikan wellness tourism sebagai motor utama pemulihan dan pertumbuhan pariwisata ke depan.
Hal ini terbukti pada paruh pertama tahun 2026, di mana angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mengalami kenaikan sekitar 8%, dengan segmen kebugaran mencatatkan resiliensi serta minat pasar yang sangat tinggi.
Pendekatan 8 Dimensi & Kekayaan Tradisi Lokal: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kementerian Pariwisata mengembangkan segmen ini melalui 8 dimensi mencakup kebugaran fisik, spa dan kecantikan, makanan sehat, hingga keseimbangan jiwa-raga.
Keunggulan komparatif Indonesia terletak pada kekayaan tradisi lokalnya, seperti:
Jamu tradisional yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Aromaterapi lokal seperti yang dikembangkan di Rumah Atsiri.
Retreat yoga & meditasi berkelas dunia di Bali.
Destinasi kebugaran terpadu seperti Montigo Wellness dan Pullman Vimala Hills.
Dari Kebugaran hingga Tradisi: Menilik Tren Purposeful Travel di Indonesia — Dok. Istimewa
Wisata religi di Indonesia terus berkembang dengan memadukan pengalaman spiritual, pembelajaran sejarah, dan pengenalan kebudayaan. Tren ini menempatkan wisata religi sebagai bagian dari cultural tourism atau pariwisata budaya yang menawarkan nilai spiritual sekaligus edukasi mengenai sejarah dan peradaban bangsa.
Wisata religi mencakup beragam aktivitas, mulai dari ziarah ke makam wali, kunjungan ke masjid bersejarah dan gereja, hingga penjelajahan kompleks candi. Destinasi tersebut menjadi ruang bagi wisatawan untuk menjalankan kegiatan spiritual sekaligus mempelajari nilai sejarah, tradisi, arsitektur, dan kebudayaan masyarakat setempat.
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, jalur ziarah Wali Songo, serta Wisata Edukasi Religi Qolbu di Boyolali menjadi pilihan destinasi bagi wisatawan domestik. Daya tariknya mencakup wisata sejarah Islam, kegiatan ziarah, dan pembelajaran tata cara ibadah haji melalui simulasi manasik.
Wisata religi di Indonesia juga mencakup destinasi dari berbagai tradisi keagamaan, seperti Gua Maria Sendangsono di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Patung Yesus Memberkati di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Selain menjadi tujuan ziarah, kedua destinasi tersebut menarik pengunjung melalui nilai sejarah, arsitektur, dan lanskap di sekitarnya.
3. Event Festival Pariwisata Unggulan (Karisma Event Nusantara)
Event berbasis kurasi nasional terus memainkan peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, serta mempromosikan identitas budaya daerah ke tingkat internasional.
A. Festival Danau Poso 2026 (Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah)
Jadwal & Tema: Diselenggarakan pada 15–17 Oktober 2026 di Tentena dengan mengusung tema "The Power of Culture".
Rangkaian Acara: Festival dibuka dengan tarian kolosal Silo Ndano, musyawarah adat, Danau Poso Fun Run, pameran UMKM, pagelaran seni tradisi Pamona, pemilihan Putri Danau Poso, hingga tradisi tarian kebersamaan Dero Umum.
B. Wakatobi WAVE / Wonderful Festival and Expo 2026 (Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
Jadwal & Tema: Berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Maritime Center, Pulau Wangi-Wangi, dengan tema "Exploring Marine and Cultural Majesty".
Rangkaian Acara: Masuk dalam kalender resmi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, festival ini mempertemukan keindahan bahari dan kekayaan budaya lokal melalui karnaval budaya maritim, fashion show tenun/kain lokal, parade perahu hias, serta pagelaran seni tradisional.