Langkah kaki dr. Agustiawan, M.K.M., AIFO-K, FRSPH, FISQua di koridor dunia medis selalu membawa semangat pelayanan yang mendalam. Sebagai seorang Dokter Umum yang juga menyandang gelar Magister Kesehatan Masyarakat di bidang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, ia membagi waktu pengabdiannya dengan sangat matang. Sosoknya aktif melayani masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau, sekaligus menularkan ilmu di Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia sebagai dosen dengan Jabatan Fungsional Asisten Ahli Golongan III B.
Kiprahnya di dunia kedokteran semakin kokoh melalui keterlibatannya di berbagai organisasi profesi strategis. Ia dipercaya menjadi Anggota Bidang Kerukunan di JDN PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Bidang Publikasi di PDK3MI (Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia) Wilayah 1, serta Anggota Bidang Perlindungan Hukum JDN di IDI Wilayah Riau. Tidak hanya itu, ia juga aktif sebagai Anggota Bidang Legislasi di IDI Cabang Pekanbaru, Bidang Publikasi di PPPKMI Wilayah Riau, hingga menjadi bagian dari IAKMI DKI Jakarta. Bagi dr. Agustiawan, deretan gelar dan organisasi tersebut bukanlah simbol prestise, melainkan instrumen untuk mendalami sisi paling rentan dari kehidupan manusia.
Panggilan jiwa untuk menempuh perjalanan panjang sekolah kedokteran yang menguras tenaga ternyata lahir dari sebuah momen personal yang emosional. Keinginan masa kecilnya tumbuh subur saat ia sering mendampingi sang ibu yang menderita penyakit diabetes melitus menjalani kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Dari ruang tunggu itulah, ia melihat langsung bagaimana seorang dokter tidak hanya bertugas memberikan terapi fisik, melainkan juga mampu menyuntikkan harapan, memberikan edukasi, serta menghadirkan rasa tenang yang luar biasa bagi pasien beserta seluruh keluarganya. Pengalaman masa muda tersebut mengetuk kesadarannya bahwa kesehatan bukanlah sekadar ilmu pasti di atas kertas, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang menyentuh langsung denyut kehidupan manusia.

Ketertarikannya pada bidang kedokteran komunitas dan keluarga didasari oleh fakta bahwa sektor ini menuntut kemampuan berpikir yang komprehensif, analitis, dan berkesinambungan. Masalah kesehatan kronis yang mendominasi masyarakat hari ini seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga penyakit metabolik lainnya, tidak bisa diselesaikan secara instan, melainkan membutuhkan pendekatan holistik. Bidang ini memungkinkannya membangun hubungan jangka panjang dengan pasien demi mendongkrak kualitas hidup mereka secara riil. Dalam interaksi tersebut, ia memegang teguh filosofi bahwa setiap pasien bukan hanya membawa penyakit, tetapi juga harapan, kekhawatiran, dan cerita hidup yang harus didengar dengan empati.
Salah satu momen paling membekas yang mengunci keyakinannya sebagai dokter terjadi saat ia menangani seorang pasien dengan penyakit kronis yang sudah berada di ambang keputusasaan. Melalui penjelasan yang jernih, pendampingan yang konsisten, serta dukungan moral selama proses pengobatan, kondisi pasien tersebut perlahan membaik hingga akhirnya mampu kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat. Momen haru itu menjadi pembuktian batin baginya bahwa peran sejati seorang dokter tidak sekadar mengobati penyakit fisik, melainkan mengembalikan harapan hidup seseorang yang sempat redup.









