Runtut.com

Perburuan Penyihir Di Balik Stigma dan Perlawanan Perempuan

Perburuan penyihir bukan hanya sejarah Eropa, tapi juga bentuk kontrol atas tubuh, pilihan, dan suara perempuan hingga masa kini

2 menit baca
12
Perburuan Penyihir Di Balik Stigma dan Perlawanan Perempuan
Salem witch trial Witch trial in Salem, Massachusetts, lithograph by George H. Walker, 1892. — www.britannica.com

Apa yang terlintas dipikiran kita jika mendengar kata "Penyihir". Penyihir sering kali digambarkan sebagai sosok perempuan yang jauh dari kata ideal atau sempurna.

Sejak kita kecil kita banyak terpapar cerita dongeng penyihir yang diilustrasikan sebagai perempuan tua aneh, cenderung memiliki sifat pemarah, tidak menyukai anak kecil dan sendirian hidup di tengah hutan mereka mengisolasikan diri untuk tinggal jauh dari keramaian dan pemukiman warga.

Begitulah citra nya dalam dongeng, namun gambaran yang kita kenal tentang penyihir berbeda yang ada di cerita dongeng dengan kilas balik histori penyihir.

Di tengah kemajuan seruan kesetaraan gender, perempuan saat ini masih menghadapi adanya wujud "perburuan penyihir" yang dicap sebagai pembangkang, agresif, tidak tunduk pada aturan hanya karena mereka mampu menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan hidup nya sendiri.

Apa yang dimaksud "perburuan penyihir" terhadap perempuan?

Jejak histori witch hunt terkenal dan meluas di Eropa pada pertengahan abad 15-18. Pada masa itu perempuan yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan, memiliki pengaruh atau hidup di luar norma masyarakat dapat dicap sebagai penyihir karena dianggap mengancam tatanan sosial, mereka dituduh dan dipaksa untuk mengaku.

Dalam satu abad sekitar tahun 1500-1660 perburuan penyihir menjadi suatu hal yang biasa, terdakwa dieksekusi dengan cara sadis mereka dibakar dan digantung. Kebanyakan dari mereka wanita lajang, janda, dan dukun beranak, selama 160 tahun lamanya terdapat tersangka 40.000-80.000 penyihir yang dibunuh 80% dari mereka adalah perempuan.

Silvia Federici
Silvia Federici — blog.pmpress.org

Perburuan penyihir juga berkaitan dengan perempuan yang melakukan praktik magis bekerja sebagai tabib atau herbalis, pelanggaran norma seksual, kejahatan reproduksi sebagai "kontrol atas kehamilan, melahirkan, dan fertilitas".

Masa abad itu Eropa memang sedang berada dalam periode pra kapitalisme dari fase transisi feodalisme. Sehingga, pemerintah berusaha mengubah tubuh perempuan menjadi instrumen reproduksi untuk tenaga kerja dan usaha untuk mendisiplinkan terhadap pekerja yang tidak patuh.

Dengan demikian, ini menunjukkan jelas bahwa orientasi yang difokuskan pemerintah adalah populasi penduduk yang banyak sebagai sumber kekayaan sekaligus tenaga kerja yang dapat di upah rendah.

Dalam perspektif Silvia Federici adanya perburuan penyihir adalah mekanisme untuk menegakkan kontrol negara dan gereja atas reproduksi perempuan, sekaligus memaksa perempuan kembali kepada peran domestik dan reproduktif.

Dengan mengambil tindakan tersebut, negara menegakkan norma bahwa tugas utama perempuan adalah melahirkan dan mengasuh anak demi kepentingan demografis, ekonomi, dan moral negara.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Karhutla Kalimantan Tengah: Krisis Lingkungan dan lunturnya tanggung jawab kepemimpinan
Perspektif

Karhutla Kalimantan Tengah: Krisis Lingkungan dan lunturnya tanggung jawab kepemimpinan

Karhutla di Kalimantan Tengah menjadi ujian tanggung jawab pemerintah. Simak kritik terhadap kebijakan, penegakan hukum, dan respons atas aspirasi masyarakat.

Della Abiyah Meilanie Purinalmas· 14 jam lalu
Tren Stop the Wedding di TikTok bikin GenZ Makin Selektif Pranikah demi Jaga Kondisi Mental
Perspektif

Tren Stop the Wedding di TikTok bikin GenZ Makin Selektif Pranikah demi Jaga Kondisi Mental

Di balik tren Stop The Wedding, tersimpan keraguan anak muda akan pernikahan, mulai dari beban rumah tangga hingga ekspetasi gender.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Berapa Banyak Karyawan yang Dibutuhkan Perusahaan? Ini Cara Menentukannya
Perspektif

Berapa Banyak Karyawan yang Dibutuhkan Perusahaan? Ini Cara Menentukannya

Analisis kebutuhan SDM merupakan langkah strategis untuk memastikan perusahaan memiliki tenaga kerja dengan jumlah dan kompetensi yang sesuai.

Riska Meisyadila · 2 minggu lalu
Seminar dan Perannya dalam Mengasah Kemampuan Komunikasi Mahasiswa
Perspektif

Seminar dan Perannya dalam Mengasah Kemampuan Komunikasi Mahasiswa

Seminar dapat menjadi sarana mahasiswa melatih public speaking melalui sesi tanya jawab, diskusi, dan pengamatan strategi komunikasi narasumber.

Nailah Cindy Salsabilah· 2 minggu lalu
Tarot di Era Digital: Perubahan Fungsi dan Cara Gen Z Memaknainya
Perspektif

Tarot di Era Digital: Perubahan Fungsi dan Cara Gen Z Memaknainya

Faktor apa yang mendorong GenZ mencari validasi emosional, kepastian hidup, hingga ramalan lewat kartu tarot lewat TikTok?

Nurul Hidayah· 2 minggu lalu
Ketika Gelar S1 Menjadi Syarat, Ke Mana Kompetensi Lulusan Vokasi Diperhitungkan?
Perspektif

Ketika Gelar S1 Menjadi Syarat, Ke Mana Kompetensi Lulusan Vokasi Diperhitungkan?

Pendidikan vokasi D3 dan D4 dibekali praktik serta magang. Namun, mengapa sejumlah lowongan kerja masih mensyaratkan lulusan S1?

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu