Runtut.com

Karhutla Kalimantan Ganggu Jarak Pandang Bandara, 750 Hotspot Terdeteksi dalam Tiga Hari

Ratusan hotspot karhutla terdeteksi di Kalimantan. Kabut asap berdampak pada jarak pandang sejumlah bandara dan aktivitas warga.

3 menit baca
6
Karhutla Kalimantan Ganggu Jarak Pandang Bandara, 750 Hotspot Terdeteksi dalam Tiga Hari
Petugas memantau kondisi udara akibat karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan, sementara kabut asap memengaruhi jarak pandang penerbangan. — Getty Images/@Reina

KALIMANTAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan berdampak terhadap kondisi udara dan aktivitas penerbangan. Kabut asap yang muncul akibat kebakaran membuat jarak pandang di beberapa bandara mengalami penurunan, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan melalui satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua, sebanyak 750 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence terdeteksi di tiga provinsi tersebut selama periode 17–19 Agustus 2026.

Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, terdapat 93 titik panas di Kalimantan Barat, 28 titik di Kalimantan Tengah, dan dua titik di Kalimantan Selatan. Total titik panas yang terpantau mencapai 123 titik.

Jumlah tersebut berubah pada 18 Agustus 2026. Kalimantan Barat mencatat penurunan menjadi 15 titik panas, sedangkan Kalimantan Tengah meningkat menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan menjadi 21 titik. Secara keseluruhan, terdapat 109 titik panas pada hari tersebut.

Peningkatan signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026. Kalimantan Barat mencatat 259 titik panas, Kalimantan Tengah 242 titik, dan Kalimantan Selatan 17 titik. Total titik panas dalam satu hari mencapai 518 titik.

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa data titik panas tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran. Satu lokasi kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa titik panas. Karena itu, verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan lokasi, penyebab, serta luas area terdampak.

Selain jumlah titik panas, penyebaran asap juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti arah angin, kelembapan udara, kondisi atmosfer, karakteristik lahan yang terbakar, serta akumulasi asap dari sejumlah wilayah. Artinya, tingginya jumlah hotspot tidak selalu menunjukkan tingkat kepekatan asap di suatu daerah.

Dampak kabut asap terhadap aktivitas penerbangan terlihat di sejumlah bandara. Pada 19 Agustus 2026, Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 1,2 kilometer pada pukul 08.00 WIB.

Di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah, jarak pandang tercatat sekitar 3 kilometer berdasarkan pengamatan Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG pada pukul 07.30 WIB. Sementara itu, Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, mengalami penurunan jarak pandang hingga sekitar 400 meter pada pukul 07.00 WITA.

Kondisi tersebut kemudian mengalami perbaikan pada 20 Agustus 2026. BMKG mencatat jarak pandang di Bandara Supadio meningkat menjadi sekitar 4 kilometer, sedangkan Bandara Tjilik Riwut mencapai sekitar 6 kilometer. Di sejumlah wilayah Banjarbaru, jarak pandang juga kembali normal dengan jarak lebih dari 10 kilometer.

Pemerintah terus menjalankan operasi pengendalian karhutla melalui pemadaman darat, patroli, deteksi dini, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan OMC disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah rawan kebakaran.

Penanganan karhutla di Kalimantan masih membutuhkan koordinasi berbagai pihak karena dampaknya tidak berhenti pada area kebakaran, melainkan turut memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta kelancaran aktivitas transportasi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden
Nasional

Reshuffle Kabinet Oktober 2026, Sebanyak 18 Pejabat Dirombak Presiden

Presiden Prabowo merombak jajaran Kabinet Merah Putih pada Oktober 2026. Sebanyak 18 pejabat dilantik dan reshuffle yang mencakup kementerian dan lembaga negara

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini
Nasional

Setelah Vakum Tujuh Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Bergulir Hari Ini

Liga sepak bola putri Indonesia kembali bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum tujuh tahun melalui Indonesia Women’s League 2026/2027 yang diikuti 6 klub.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi
Nasional

Karhutla Terus Berulang, DPR RI Minta Mitigasi Pemerintah Dievaluasi

DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi mitigasi karhutla, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan pemadaman serta pemulihan lingkungan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
Nasional

KPK Tahan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK resmi menahan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penyidik bongkar 5 klaster korupsi.

Nurul Hidayah· 3 hari lalu
Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB
Nasional

Rekam Jejak Letjen Kristomei Sianturi dan Pertaruhan Pembenahan BNPB

Resmi dilantik di Istana Negara, Letjen TNI Kristomei Sianturi pimpin BNPB. Ia berkomitmen benahi internal dan perketat anggaran darurat bencana.

Mila Nabilah· 4 hari lalu
Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman
Nasional

Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman

Kawasan konservasi Tahura Sultan Adam Kalsel kembali dilanda karhutla (12/10/2026). Sulitnya jangkauan sumber air membuat upaya pemadaman terkendala.

Maya Sintasari· 5 hari lalu