Runtut.com

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT, Warga Diminta Tetap Waspada

Gempa NTT M7,7 memicu peringatan tsunami yang kini dihentikan BMKG. Simak penyebab gempa, dampak, dan imbauan terbaru.

3 menit baca
5
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT, Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG mengakhiri peringatan tsunami usai gempa M7,7 NTT. Warga diminta tetap waspada karena gempa susulan masih terjadi. — Dok. BKMG

NUSA TENGGARA TIMUR — Peringatan dini tsunami akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dihentikan setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka laut kembali aman.

Meski ancaman tsunami berakhir, aktivitas gempa susulan masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap tenang, menghindari informasi tidak resmi, dan memastikan kondisi bangunan tetap aman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu (15/8) pukul 07.30 WIB setelah gempa tektonik mengguncang wilayah Flores pada pukul 04.58 WIB.

Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar naik atau thrust fault pada Flores Back-Arc Thrust dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo, NTT.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di wilayah pesisir terdampak.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” ujar Nelly.

Sebelum peringatan tsunami dihentikan, BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir. Pengukuran tertinggi tercatat di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter.

Gelombang lain terpantau di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Bulukumba 0,54 meter, Baubau 0,30 meter, Flores Timur 0,25 meter, Kolaka 0,23 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, serta Sikka 0,20 meter.

Dari sisi dampak guncangan, masyarakat merasakan intensitas gempa dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Guncangan skala V MMI terjadi di Kota Ende, Borong, dan Ruteng, yang membuat banyak warga terbangun serta merasakan getaran kuat.

Sementara itu, skala VI MMI tercatat di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa, yang menyebabkan warga berhamburan keluar rumah.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan, hingga pukul 07.07 WIB tercatat 37 gempa susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2. Sebanyak satu gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Wijayanto, kawasan Busur Belakang Flores memiliki potensi gempa besar hingga magnitudo 7,8–7,9. Wilayah tersebut memiliki catatan sejarah gempa kuat pada 1992 yang memicu kerusakan dan tsunami.

Gempa kali ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. BMKG bersama pemerintah daerah mencatat beberapa tembok rumah sederhana roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo. Tim BMKG kemudian diterjunkan untuk melakukan survei kerusakan secara langsung.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan keselamatan warga dan pencegahan korban tambahan akibat dampak pascagempa. Data awal BNPB mencatat dua orang meninggal dunia dan masih dalam proses verifikasi bersama pemerintah daerah serta lembaga terkait.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperbarui informasi melalui kanal resmi, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan struktur, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan.

Pemantauan aktivitas gempa dan perubahan muka laut terus dilakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman
Nasional

Karhutla Meluas di Perbukitan Tahura Kalsel, Sulitnya Akses Air Hambat Proses Pemadaman

Kawasan konservasi Tahura Sultan Adam Kalsel kembali dilanda karhutla (12/10/2026). Sulitnya jangkauan sumber air membuat upaya pemadaman terkendala.

Maya Sintasari· 17 jam lalu
Jarak Pandang Terbatas Akibat Karhutla, Warga Palangka Raya Nekat Berkendara di Tengah Kabut Asap Tebal
Nasional

Jarak Pandang Terbatas Akibat Karhutla, Warga Palangka Raya Nekat Berkendara di Tengah Kabut Asap Tebal

Kota Palangka Raya dikepung kabut asap tebal akibat karhutla pada Selasa (13/10/2026), menyebabkan jarak pandang sangat terbatas dan bahayakan pengendara.

Maya Sintasari· 19 jam lalu
Dampak Karhutla Kalteng: Jarak Pandang Terbatas, Langit Tertutup Asap Oranye Pekat
Nasional

Dampak Karhutla Kalteng: Jarak Pandang Terbatas, Langit Tertutup Asap Oranye Pekat

Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah memburuk hingga membuat langit berubah oranye pekat (14/10/2026). Warga mengeluhkan krisis udara yang mengancam nyawa.

Maya Sintasari· 20 jam lalu
Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Penyaluran Bansos Digital
Nasional

Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Penyaluran Bansos Digital

Selain penggratisan biaya pembukaan rekening senilai Rp50.000, Hashim sebut pemerintah juga rencanakan bagi-bagi HP untuk penyaluran bansos digital.

Nurul Hidayah· 1 hari lalu
Darmawan Prasodjo Resmi Dicopot dari Jabatan Dirut PLN
Nasional

Darmawan Prasodjo Resmi Dicopot dari Jabatan Dirut PLN

RUPSLB PLN putuskan perombakan direksi. Darmawan Prasodjo digantikan Suroso Isnandar sebagai Dirut PLN untuk perkuat proyek EBT dan transisi energi.

Mila Nabilah· 1 hari lalu
KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi Tersangka
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi Tersangka

KPK menetapkan sejumlah tersangka dalam OTT di BNPB terkait dugaan korupsi dana kebencanaan dan menyita uang Rp1,4 miliar serta emas.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu