JAKARTA — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan ada 18 nama Pahlawan Nasional yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Daftar tahun ini menjadi yang terbanyak dalam satu dekade terakhir.
Dari rentetan tokoh yang diusulkan, dinilai sudah sangat layak (eligible) untuk menerima gelar pahlawan. Bahkan beberapa di antaranya diusulkan berulang kali oleh masyarakat selama bertahun-tahun.
"Jumlahnya lebih besar dari tahun lalu. Biasanya paling banyak 10. Tahun ini karena yang memenuhi syarat cukup banyak dan banyak yang sudah diusulkan bertahun-tahun, ada yang sudah 7 kali, 5 kali, 3 kali," kata Fadli pada Jumat (6/11/2026).
Proses penyematan gelar Pahlawan Nasional bersifat bottom-up. Calon tokoh diusulkan dari tingkat daerah, lalu dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Hasil tersebut kemudian dibahas dalam sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Keputusan akhir berada di tangan presiden.
"Dewan GTK telah merapatkan, mendiskusikan, dan mengusulkan kepada Presiden. Presiden telah memilih 18," ujar Fadli.
Salah satu nama yang dikonfirmasi masuk daftar usulan ialah Raden Mas Margono Djojohadikusumo (Kakek Presiden Prabowo Subianto). Kendati demikian, hingga saat ini rincian tokoh secara pasti belum dipublikasikan. Pengumuman resmi tersebut dijawalkan rilis pada 10 November 2026, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
"Baru dari sana Kementerian Sosial mengirimkan kepada Dewan Gelar Tanda Jasa Tanda Kehormatan, kebetulan saya menjadi ketuanya dan kita telah merapatkannya, telah mendiskusikannya, telah kita usulkan kepada presiden. Jadi itu runutannya itu. Nah, siapa-siapanya tunggu tanggal mainnya gitu ya," ucap Fadli.











