Runtut.com

Pemagaran Mal Kota Kasablanka Bukan Antisipasi Demo, Pakuwon Group Ungkap Alasannya

Pagar Mal Kota Kasablanka ramai dikaitkan isu demo. Pakuwon Group ungkap alasan sebenarnya pemasangan pagar.

2 menit baca
5
Pemagaran Mal Kota Kasablanka Bukan Antisipasi Demo, Pakuwon Group Ungkap Alasannya
Foto Mal kota Kasablanka - Jakarta — Doc. Pakuwon Jati

JAKARTA — Pemasangan pagar baru di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, memunculkan spekulasi di tengah isu rencana demonstrasi besar pada Agustus 2026. Namun, pengelola mal menegaskan pemasangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pengunjung, bukan sebagai langkah menghadapi aksi massa.

Pagar besi berwarna putih dengan tinggi sekitar 2,5 meter kini terpasang di bagian depan Mal Kota Kasablanka. Struktur tersebut berada di atas pagar beton yang sebelumnya sudah mengelilingi area mal. Kehadiran pagar baru itu menarik perhatian masyarakat karena dianggap berbeda dari kondisi sebelumnya.

Sejumlah warganet mengaitkan pemasangan pagar dengan isu potensi demonstrasi besar yang beredar di media sosial. Namun, dugaan tersebut dibantah oleh pihak pengelola mal dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan pemagaran merupakan bagian dari penataan kawasan dan peningkatan aspek keselamatan. Menurut dia, beberapa mal milik Pakuwon Group memang memiliki konsep pagar sebagai batas area yang jelas.

Sutandi menyebut Blok M Plaza di Jakarta menjadi salah satu acuan konsep pemagaran yang diterapkan pada sejumlah properti Pakuwon Group. Sebelumnya, mal tersebut telah memiliki pagar keliling yang kemudian menjadi referensi desain baru.

“Blok M Plaza di Jakarta sudah pagar keliling. Justru prototipe pagar Pakuwon Mall mencontoh Blok M Plaza. Ini yang menjadi identitas kita semua sekarang,” ujar Sutandi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan pagar di Mal Kota Kasablanka berkaitan dengan karakter kawasan yang terbuka dan berada dekat dengan jalan raya. Menurutnya, pembatas area diperlukan agar aktivitas masyarakat di sekitar mal lebih tertata dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Kalau semua orang menyeberang, masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri,” kata Sutandi.

Sutandi juga membantah anggapan bahwa pemagaran dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi keamanan atau isu tertentu yang berkembang di masyarakat. Ia menilai pemasangan pagar merupakan bagian dari pembaruan fasilitas karena struktur lama sudah mengalami penurunan kualitas.

“Pakuwon itu bukan peramal. Kita tidak tahu mau terjadi apa. Ekonomi baik-baik saja,” ujarnya.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan pemasangan pagar di pusat perbelanjaan merupakan hal yang lazim dilakukan pengelola. Menurut dia, pagar berfungsi sebagai batas atau perimeter untuk menjaga ketertiban, terutama bagi mal yang berada dekat jalur aktivitas publik atau lokasi yang kerap menjadi titik kegiatan masyarakat.

“Pengelola juga memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban,” ujar Alphonzus.

Dengan adanya klarifikasi dari pengelola dan pihak terkait, pemasangan pagar Mal Kota Kasablanka dipastikan berkaitan dengan aspek pengelolaan kawasan, bukan sebagai respons terhadap rencana demonstrasi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 dan Beri Penghormatan di Pusara Pahlawan RevolusiBreaking
Nasional

Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 dan Beri Penghormatan di Pusara Pahlawan Revolusi

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 berlangsung di Lubang Buaya dengan agenda kenegaraan yang dihadiri Presiden Prabowo dan jajaran pejabat.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 jam lalu
BPJS Kesehatan Terima Dana Rp20 Triliun untuk Perkuat Keuangan dan Layanan Kesehatan
Nasional

BPJS Kesehatan Terima Dana Rp20 Triliun untuk Perkuat Keuangan dan Layanan Kesehatan

BPJS Kesehatan mendapat tambahan dana Rp20 triliun untuk memperbaiki kondisi keuangan dan mendorong peningkatan layanan kesehatan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
12 Fenomena Astronomi yang Hadir pada Oktober 2026, Ada Hujan Meteor hingga Hunter’s Moon
Nasional

12 Fenomena Astronomi yang Hadir pada Oktober 2026, Ada Hujan Meteor hingga Hunter’s Moon

Oktober 2026 menghadirkan beragam fenomena astronomi, mulai dari hujan meteor, pendekatan Bulan dengan planet, hingga Hunter’s Moon.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
DPR Ketok Palu UU Reforma Agraria
Nasional

DPR Ketok Palu UU Reforma Agraria

DPR RI sahkan UU Reforma Agraria. Aturan baru ini bentuk lembaga di bawah Presiden, redistribusi tanah untuk petani, dan atasi konflik agraria.

Mila Nabilah· 1 minggu lalu
Jakarta-New York Bertukar Strategi Kota Besar, Bahas Transportasi hingga Obligasi Daerah
Nasional

Jakarta-New York Bertukar Strategi Kota Besar, Bahas Transportasi hingga Obligasi Daerah

Jakarta dan New York bertukar pengalaman mengelola kota besar, dari transportasi publik, banjir, hingga inovasi pembiayaan infrastruktur.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Haji Isam Akuisisi 30 Persen Saham Bayan Resources, Ini Daftar Perusahaan yang Terafiliasi di BEI
Nasional

Haji Isam Akuisisi 30 Persen Saham Bayan Resources, Ini Daftar Perusahaan yang Terafiliasi di BEI

Haji Isam melalui Jhonlin Baratama berencana mengakuisisi saham Bayan Resources, menambah daftar kepemilikan emiten terkait di BEI.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu