Gelombang protes mahasiswa di Albania makin memanas menuntut PM Edi Rama mundur. Unjuk rasa meluas ke berbagai kota diiringi isu korupsi dan sengketa lahan.
TIRANA, ALBANIA - Gelombang protes mahasiswa di Albania terus membesar dan memasuki fase yang semakin tegang. Ribuan anak muda turun ke jalan-jalan ibu kota Tirana pada Jumat (16/10), menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama di tengah meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Aksi yang telah berlangsung selama beberapa hari itu berubah menjadi bentrokan di sejumlah titik. Sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan, termasuk lampu lalu lintas dan kaca bangunan yang pecah akibat kerusuhan.
Para mahasiswa menuding pemerintah gagal merespons tuntutan mereka terkait persoalan pendidikan, korupsi, dan tata kelola negara. Menurut para demonstran, berbagai aksi damai yang digelar selama berbulan-bulan tidak menghasilkan perubahan berarti sehingga sebagian massa memilih melakukan tekanan yang lebih keras.
"Selama 140 hari kami berunjuk rasa secara damai dan tidak ada yang mendengarkan," kata seorang peserta aksi berusia 19 tahun kepada Reuters.
Selain isu pendidikan, kemarahan publik juga dipicu oleh proyek pembangunan resor mewah di kawasan pesisir Albania. Proyek tersebut menuai kontroversi setelah muncul tuduhan bahwa lahan milik warga dijual secara tidak sah untuk kepentingan pembangunan.
Sengketa lahan itu mendapat perhatian luas karena proyek tersebut dikaitkan dengan investasi yang didukung Jared Kushner, menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun Reuters melaporkan tidak menemukan bukti adanya pelanggaran yang dilakukan Kushner dalam perkara tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintah Albania menegaskan tidak akan menyerah pada tindakan kekerasan. Perdana Menteri Edi Rama menyatakan pemerintah tetap berkomitmen menjaga ketertiban dan menolak tekanan yang dilakukan melalui aksi anarkistis.
Sementara itu, sejumlah pemilik usaha di Tirana memilih menutup toko mereka selama demonstrasi berlangsung. Beberapa bahkan memasang pesan dukungan kepada para mahasiswa sekaligus meminta agar tempat usaha mereka tidak menjadi sasaran perusakan.
Aksi Protes Meluas di Kota-Kota Lain
Aksi protes tidak hanya terjadi di Tirana. Demonstrasi serupa dilaporkan meluas ke sejumlah kota lain seperti Lezha, Elbasan, Shkodra, dan Korça. Di beberapa lokasi, massa terlibat bentrokan dengan aparat serta melakukan aksi vandalisme terhadap fasilitas umum.
Pengamat politik Albania menilai kemarahan generasi muda didorong oleh rasa frustrasi terhadap tingginya korupsi dan terbatasnya peluang ekonomi. Banyak anak muda merasa masa depan mereka semakin sempit karena sumber daya dan kekuatan ekonomi dinilai terkonsentrasi pada kelompok elite tertentu.
Situasi ini menjadi tantangan serius bagi Albania yang tengah berupaya mempercepat proses aksesi ke Uni Eropa. Selama beberapa tahun terakhir, negara Balkan tersebut berupaya membangun citra sebagai kandidat kuat anggota baru Uni Eropa, tetapi rangkaian skandal korupsi dan gejolak sosial dinilai dapat menghambat ambisi tersebut.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab