Runtut.com

Payung Hukum Lebih Kuat, FPRB Jatim Tancap Gas

Perda Jatim 1/2026 perkuat legalitas FPRB Jatim untuk konsolidasi kebencanaan daerah, meski masih ada PR database di 3 wilayah & kendala anggaran operasional.

Payung Hukum Lebih Kuat, FPRB Jatim Tancap Gas
Kegiatan Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten Kota se Bakorwil Madiun — Elpacitano

MADIUN – Keberadaan relawan kebencanaan di Jawa Timur kini memiliki posisi tawar yang semakin kuat. Terbitnya Perda Jatim Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Bencana menjadi angin segar sekaligus payung hukum formal. Regulasi baru ini langsung direspons Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim untuk memperkuat konsolidasi dan kelembagaan hingga tingkat kabupaten/kota.

Gatot Soebroto SE, M.PSDM, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa regulasi ini menjadi pijakan krusial bagi FPRB. Mengingat, forum ini mengusung konsep pentahelix yang melibatkan lintas sektor: relawan, akademisi, dunia usaha, pemerintah, hingga media massa.

"Dengan konsolidasi ini, FPRB kabupaten/kota bersama BPBD bisa memperkuat kelembagaan. Targetnya, menyusun langkah pengurangan potensi bencana yang adaptif, sesuai karakter wilayah masing-masing," ujarnya, Jumat (22/5).

Dorong Kajian Akademis untuk Mitigasi

Langkah taktis ini mendapat dukungan penuh dari wilayah kerja bentukan Pemprov Jatim. Kepala Bakorwil Madiun, Heru Wahono Santoso, menegaskan bahwa konsolidasi semacam ini sudah sangat mendesak. Berdasar peta kerawanan, banyak daerah di wilayah koordinasinya yang masih menjadi langganan bencana musiman. Mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Heru menaruh harapan besar pada komposisi pentahelix di tubuh FPRB, khususnya unsur kampus. "Kami berharap keterlibatan kalangan akademisi dalam FPRB mampu melahirkan kajian mitigasi yang lebih ilmiah dan tepat sasaran untuk daerah-daerah rawan tersebut," cetus Heru.

PR Tiga Daerah Belum Masuk Database

Kendati gerak cepat terus dilakukan, tantangan internal organisasi masih tersisa. Sekjen FPRB Jatim, Catur Sudarmanto, mengungkapkan bahwa pemetaan kelembagaan di bawah belum sepenuhnya tuntas. Hingga kini, masih ada tiga daerah yang kepengurusan FPRB-nya belum masuk dalam database resmi FPRB Jatim. Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, dan Kabupaten Ngawi.

Sekjend FPRB Jawa Timur memberikan sambutan
Sekjend FPRB Jawa Timur memberikan sambutan — Elpacitano

Catur mengingatkan, tertib administrasi ini sangat penting demi integrasi program pasca-terbitnya perda baru. Terlebih, perda tersebut menjanjikan fasilitasi yang lebih baik dari pemerintah. "Kami ingin kepengurusan FPRB di daerah benar-benar terdata secara riil dan up-to-date. Keberadaan forum ini sekarang sudah difasilitasi dalam perda terbaru, jadi eman kalau tidak dimaksimalkan," tutur Catur.

Suara dari Daerah: Butuh Sokongan Anggaran

Gayung bersambut, kepengurusan di tingkat daerah pun berharap momentum ini menjadi titik balik komitmen pemkab/pemkot setempat. Sekretaris 2 FPRB Pacitan, Bambang Setyo Utomo, mengapresiasi ruang ruang konsolidasi yang dibuka pengurus provinsi. Menurut alumnus Magister Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta ini, forum tersebut menjadi wadah yang tepat bagi daerah untuk curhat terkait kendala riil di lapangan.

"Ini kesempatan bagi FPRB kabupaten untuk menyampaikan berbagai persoalan pelik, mulai dari penguatan kelembagaan hingga dukungan anggaran yang selama ini sering jadi kendala," urai Bambang.

Selama ini, FPRB Pacitan sejatinya sudah menunjukkan progresivitas yang baik. Mereka aktif berkolaborasi dan menyokong penuh program kerja BPBD serta berbagai organisasi kebencanaan di Pacitan. Lewat payung hukum anyar ini, pergerakan relawan di daerah diharapkan tidak lagi sekadar berbasis heroisme, melainkan didukung sistem kelembagaan dan anggaran yang mapan. (Elp)

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin
Daerah

Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin

Sebuah mobil hitam kabur dari SPBU Caringin (28/9/2026) tanpa membayar usai isi Pertalite karena petugas sedang sibuk melayani kendaraan lain.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini
Daerah

Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini

Ledakan terjadi di salah satu ruko di kawasan Pakuwon. Insiden tersebut membuat warga sekitar panik dan menarik perhatian petugas.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?
Daerah

Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?

Kasus influenza di Jawa Timur menjadi perhatian. Kenali gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi influenza.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta
Daerah

Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta

Jelang Porprov XVII Jateng, tim sepak takraw Batang asah mental dan kemampuan lewat try out melawan atlet PPOP dan PPLM Jakarta.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan
Daerah

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan

Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu di Desa Kalen, Dlanggu, Mojokerto pada Kamis (17/9/2026). Asap hitam pekat membumbung, 4 unit PMK diterjunkan ke lokasi.

Maya Sintasari· 17 September 2026
Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Daerah

Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Puluhan siswa SDN 1 Beber, Lombok Tengah keracunan massal pada Jumat (11/9/2026) usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Maya Sintasari· 11 September 2026