Runtut.com

Dari Bau Sampah hingga Lahan, TPA Randegan Mojokerto Masuk Babak Baru

TPA Randegan di Kota Mojokerto menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan bau, pencemaran, dan pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal.

3 menit baca
25
Dari Bau Sampah hingga Lahan, TPA Randegan Mojokerto Masuk Babak Baru
Masalah di TPA Randegan disebut tidak berdiri sendiri. Selain bau dan pencemaran, ada pula sorotan terhadap volume sampah yang masuk setiap hari. — Foto: Disway Mojokerto/Fio Atmaja

Mojokerto — Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Randegan di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kembali menjadi sorotan publik. Persoalan pembuangan sampah di kawasan tersebut tidak lagi hanya menyangkut urusan teknis kebersihan kota, tetapi sudah melebar ke isu lingkungan, kesehatan warga, tata kelola aset, hingga keadilan ruang hidup masyarakat sekitar.

TPA Randegan merupakan tempat pembuangan akhir sampah Kota Mojokerto. Dalam laman City Guide Kota Mojokerto, TPA Randegan disebut berada di Jl. Sekar Putih No. 767, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, dan memiliki fungsi pengolahan sampah, pengolahan pupuk, edukasi, serta pemanfaatan sampah menjadi gas.

Namun, di balik narasi pengelolaan dan edukasi, warga sekitar TPA menyampaikan sejumlah keluhan. Komisi I DPRD Kota Mojokerto sebelumnya menggelar rapat dengar pendapat atau RDP dengan Dinas Lingkungan Hidup dan perwakilan warga Randegan, Kelurahan Kedundung, pada 4 Maret 2026. Dalam forum itu, warga mengeluhkan bau sampah dari TPA Randegan.

Persoalan TPA Randegan juga mendapat perhatian dari Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani. Dalam inspeksi mendadak ke TPA Randegan, Meitri mendorong revitalisasi menyeluruh dan intervensi cepat untuk melindungi warga dari dampak pencemaran lingkungan.

Masalah di TPA Randegan disebut tidak berdiri sendiri. Selain bau dan pencemaran, ada pula sorotan terhadap volume sampah yang masuk setiap hari. Dalam rapat kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup, Meitri menyebut TPA Randegan menanggung beban sampah harian sekitar 70 hingga 90 ton. Ia juga menyoroti sistem open dumping yang dinilai memicu pencemaran air lindi dan berdampak pada kualitas air tanah warga sekitar TPA, khususnya di Kelurahan Kedundung.

Polemik juga menyentuh persoalan lahan. Dalam RDP Komisi I DPRD Kota Mojokerto, terungkap bahwa dari klaim total lahan TPA seluas 6,14 hektare, baru sekitar 5,3 hektare yang bersertifikat. Artinya, hampir satu hektare lahan yang selama ini digunakan untuk pembuangan sampah disebut belum resmi menjadi aset Pemerintah Kota Mojokerto.

Kondisi ini membuat TPA Randegan menjadi isu daerah yang kompleks. Di satu sisi, kota membutuhkan tempat pembuangan sampah agar layanan kebersihan tetap berjalan. Di sisi lain, warga sekitar tidak boleh menjadi korban dari buruknya tata kelola sampah.

Pemerintah Kota Mojokerto sebelumnya pernah mendorong peningkatan pengelolaan TPA Randegan, termasuk penerapan control landfill, pembangunan saluran air lindi, serta pemanfaatan gas metana dari sampah organik. Namun, berbagai keluhan warga menunjukkan bahwa perbaikan teknis perlu diuji dari dampaknya di lapangan.

Persoalan Randegan bukan sekadar soal sampah yang dibuang. Ini soal bagaimana kota memperlakukan warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan akhir. Mereka ikut menanggung bau, risiko pencemaran, gangguan kesehatan, dan ketidaknyamanan harian, sementara manfaat kebersihan kota dinikmati masyarakat luas.

Karena itu, penyelesaian TPA Randegan membutuhkan langkah serius: audit lingkungan, pengelolaan air lindi, pengurangan open dumping, kepastian status lahan, pembatasan sampah lintas wilayah, serta dialog terbuka dengan warga terdampak.

Jika tidak, TPA Randegan akan terus menjadi simbol masalah klasik pengelolaan sampah perkotaan: sampah kota selesai di permukaan, tetapi masalahnya dipindahkan ke halaman hidup warga pinggiran.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin
Daerah

Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin

Sebuah mobil hitam kabur dari SPBU Caringin (28/9/2026) tanpa membayar usai isi Pertalite karena petugas sedang sibuk melayani kendaraan lain.

Maya Sintasari· 21 jam lalu
Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini
Daerah

Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini

Ledakan terjadi di salah satu ruko di kawasan Pakuwon. Insiden tersebut membuat warga sekitar panik dan menarik perhatian petugas.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?
Daerah

Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?

Kasus influenza di Jawa Timur menjadi perhatian. Kenali gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi influenza.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta
Daerah

Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta

Jelang Porprov XVII Jateng, tim sepak takraw Batang asah mental dan kemampuan lewat try out melawan atlet PPOP dan PPLM Jakarta.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan
Daerah

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan

Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu di Desa Kalen, Dlanggu, Mojokerto pada Kamis (17/9/2026). Asap hitam pekat membumbung, 4 unit PMK diterjunkan ke lokasi.

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Daerah

Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Puluhan siswa SDN 1 Beber, Lombok Tengah keracunan massal pada Jumat (11/9/2026) usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Maya Sintasari· 3 minggu lalu