Runtut.com

Menelusuri Jejak, Ambisi, dan Realitas Proyek Kereta Gantung Bogor

Atasi macet kronis, proyek kereta gantung Puncak Bogor SSLRT mulai digodok lewat investasi swasta penuh. Baca detail konsep rute dan progres terbarunya di sini.

4 menit baca
5
Ilustrasi kereta gantung SSLRT Pemkab Bogor.
Ilustrasi kereta gantung SSLRT Pemkab Bogor. — AI

BOGOR - Kemacetan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, telah menjadi "ritual" mingguan yang melelahkan selama lebih dari empat dekade. Setiap akhir pekan atau hari libur nasional, ribuan kendaraan terjebak dalam antrean mengular. Berbagai solusi jangka pendek seperti sistem buka-tutup jalur (one way) hingga ganjil-genap telah diterapkan, namun volume kendaraan yang terus melonjak membuat skema tersebut hanya menjadi pereda nyeri sementara. Di tengah kebuntuan relaksasi jalur darat ini, sebuah rencana ambisius lahir ke permukaan: memindahkan jalur mobilitas wisatawan dari aspal menuju rel dan tali baja di langit Puncak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama pemerintah pusat kini tengah menggodok secara intensif rencana pembangunan transportasi massal berbasis rel dan kereta gantung (cable car). Proyek infrastruktur modern ini dirancang bukan sekadar sebagai atraksi wisata baru, melainkan sebagai alternatif nyata penanganan kemacetan di koridor tersebut yang selama ini sangat bergantung pada jalan raya.

Dari Ide Menuju Kajian Formal

Gagasan untuk membangun moda transportasi layang di Puncak sejatinya melewati jalan berliku yang cukup panjang. Wacana ini mulai mencuat secara serius ke publik pada pertengahan tahun 2019. Kala itu, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai menyadari bahwa kapasitas jalan arteri Puncak sudah tidak lagi mampu menampung laju pertumbuhan kendaraan pribadi.

Memasuki tahun 2021 hingga 2022, gagasan tersebut dinaikkan statusnya menjadi kajian teknis formal. BPTJ menyusun dokumen Outline Business Case (OBC) untuk memetakan kelayakan finansial dan teknis proyek. Hasil kajian awal tersebut mengejutkan banyak pihak karena skala proyek yang ternyata sangat masif, dengan estimasi total kebutuhan investasi menyentuh angka Rp7,31 triliun. Nilai fantastis ini direncanakan untuk mendanai dua sistem transportasi yang saling terintegrasi: moda Automated Guideway Transit (AGT) berbasis rel di bawah dan sistem pemindah penumpang menggunakan kereta gantung (cable car) menuju titik tertinggi. Setelah sempat melambat, wacana ini kembali dibuka dan dipertajam secara intensif oleh Pemkab Bogor pada Juli 2026.

Konsep Rute, Stasiun, dan Strategi Park and Ride

Inti dari proyek kereta Puncak ini adalah memaksa terjadinya migrasi moda transportasi. Wisatawan yang semula menggunakan mobil pribadi atau bus pariwisata diharapkan menyudahi perjalanan darat mereka sebelum memasuki titik-titik krusial macet parah. Pemkab Bogor pun telah memetakan rancangan dua titik perhentian utama proyek ini.

"Konsep semuanya sudah ada, jadi kami bikin namanya selter atas selter bawah. Selter bawahnya dari mulai sebelum Gadog, yaitu Summarecon. Summarecon kami punya lahan di situ, untuk park and ride-nya. Lalu, titik akhirnya Rest Area (Gunung Mas) Puncak," ujar Rudy di Cibinong, Rabu (8/7/2026).

Penentuan titik awal di kawasan Summarecon Gadog difungsikan sebagai kantong parkir raksasa (park and ride) bagi wisatawan agar kendaraan pribadi tidak menumpuk ke atas. Sementara itu, pemilihan titik akhir di Rest Area Gunung Mas dinilai sangat strategis karena lokasinya yang luas dan bertindak sebagai pusat integrasi pariwisata di titik tertinggi Puncak. Dalam rencana pra-desain, jalur layang ini juga diproyeksikan akan terbagi ke dalam beberapa stasiun intermediasi di dekat titik destinasi wisata strategis.

Mengundang Investasi Swasta

Mengingat nilai investasinya yang menembus angka triliunan rupiah, Rudy Susmanto memastikan proyek tersebut tidak akan membebankan maupun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkab Bogor memilih menggunakan skema kemitraan dengan mengandalkan pendanaan penuh dari investor swasta.

"Feasibility study kami tempuh, beberapa investor yang berminat kami bangun komunikasi. Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan kepada APBD. Enggak akan membebani APBD karena kalau dengan APBD biayanya butuh triliunan rupiah, kami ingin swasta," tegas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy Susmanto membeberkan bahwa pemerintah daerah sedang aktif mendalami opsi teknologi yang paling efisien, aman, dan minim dampak negatif pada lingkungan. Salah satu opsi alternatif yang matang dipertimbangkan adalah sistem kereta gantung berbasis kabel gantung yang inovatif.

"Kami sedang mengkaji dengan PT KAI, BPTJ, dan kementerian terkait. Ada teknologi namanya SSLRT (Suspended String Light Rail Transport), itu seperti kereta gantung tapi jalurnya menggunakan kabel sling baja khusus yang membentang di atas," tambahnya.

Sejak awal wacana ini bergulir pada tahun 2019, sejumlah investor luar negeri seperti dari Prancis telah melirik potensi teknologi kereta gantung ini. Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan pendekatan market sounding guna menyaring konsorsium swasta terbaik yang siap diajak bekerja sama tanpa membebani kas daerah.

Progres Terkini dan Tantangan Nyata di Lapangan

Hingga saat ini, status proyek transportasi masa depan di Puncak ini masih berada dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Pemkab Bogor juga aktif menjalin komunikasi secara pararel dengan kementerian terkait, PT KAI (Persero), serta perangkat daerah lainnya guna mematangkan regulasi dan analisis dampak lingkungan kawasan dataran tinggi.

Sembari menunggu kajian moda kereta ini matang sepenuhnya, pemerintah pusat tetap menyiapkan skema jaringan pengaman horizontal. Rencana jangka panjang pembangunan Jalan Tol Puncak (Bocimi) serta pembenahan persimpangan jalan arteri tetap berjalan pararel sebagai solusi pelengkap. Jika seluruh rangkaian studi kelayakan berjalan mulus dan lelang investasi berhasil disepakati, moda transportasi layang ini diharapkan mampu mengubah wajah pariwisata Kabupaten Bogor menjadi jauh lebih modern dan bebas dari kemalangan macet horor puluhan tahun.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan
Daerah

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan

Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu di Desa Kalen, Dlanggu, Mojokerto pada Kamis (17/9/2026). Asap hitam pekat membumbung, 4 unit PMK diterjunkan ke lokasi.

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Daerah

Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Puluhan siswa SDN 1 Beber, Lombok Tengah keracunan massal pada Jumat (11/9/2026) usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
Smart TV Datang ke Sekolah Berdinding Bambu di NTT, Bagaimana Program Digitalisasi Menentukan Penerimanya?
Daerah

Smart TV Datang ke Sekolah Berdinding Bambu di NTT, Bagaimana Program Digitalisasi Menentukan Penerimanya?

SDN Mboeng di Manggarai Timur, NTT, mendapat perangkat layar digital meski sekolah masih berdinding bambu dan terkendala listrik.

Mila Nabilah· 3 minggu lalu
Banjir Kembali Rendam Simpang Tiga Lahomi Nias Barat, Air Masuk ke Rumah Warga
Daerah

Banjir Kembali Rendam Simpang Tiga Lahomi Nias Barat, Air Masuk ke Rumah Warga

Banjir kembali merendam Simpang Tiga Lahomi, Nias Barat. Video warga memperlihatkan air masuk ke rumah setelah hujan mengguyur selama sepekan.

Mila Nabilah· 3 minggu lalu
Pesawat Latih FASI Jatuh dan Terbakar di Blora, Pilot dan Kopilot Selamat
Daerah

Pesawat Latih FASI Jatuh dan Terbakar di Blora, Pilot dan Kopilot Selamat

Pesawat latih FASI jatuh dan terbakar di persawahan Blora. Pilot dan kopilot selamat dengan luka ringan setelah pendaratan darurat akibat gangguan mesin.

Mila Nabilah· 3 minggu lalu
Pabrik Plastik di Balaraja Terbakar, Api Dilaporkan Merembet ke Rumah Warga
Daerah

Pabrik Plastik di Balaraja Terbakar, Api Dilaporkan Merembet ke Rumah Warga

Kebakaran hebat melanda pabrik plastik di Balaraja, Tangerang, Minggu siang. Api dilaporkan merembet ke rumah warga dan 12 armada damkar dikerahkan.

Mila Nabilah· 3 minggu lalu