Racun Dioksin di Desa Tropodo Sidoarjo — foto: Tempo.co
RUNTUT.COM – Desa Tropodo di Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan “desa kecil” yang mendadak jadi sorotan dunia. Wilayah ini masuk dalam radar racun global setelah berbagai riset lembaga lingkungan internasional dan nasional mengungkapkan tingkat kontaminasi kimia berbahaya yang sangat mengkhawatir.
Laporan New York Times 14 November menyorot pabrik tahu di Tropodo, Jawa Timur, Indonesia, yang menggunakan limbah plastik untuk membakar tungku. 30 lebih pabrik tahu membakar limbah plastik yang diimpor dari Amerika Serikat.
Asap dan abu yang dihasilkan oleh plastik yang terbakar memiliki dampak yang signifikan dan beracun.
Sudah lebih dari 20 tahun, industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur, menggunakan bahan bakar dari sampah plastik impor. Sampah itu berasal dari limbah pabrik daur ulang kertas.
Pabrik-pabrik ini mengimpor kertas bekas yang bersamanya terdapat sampah plastik sebagai ikutan.
Tentu saja, mereka bertransaksi pembayaran dalam mata uang dolar. Keuntungan yang diperoleh dari impor sampah (plastik) ini sering disebut sebagai dolar plastik.
Sampah plastik yang berpotensi mengandung bahan berbahaya dan beracun itu bercampur dengan limbah kertas yang menjadi bahan baku industri kertas daur ulang di Jatim. Limbah kertas—yang sejatinya juga adalah sampah di negeri asalnya—bercampur dengan sampah plastik hingga mencapai 70 persen.
Informasi tersebut dirilis oleh International Pollutans Elimination Network. Hasil penelitian mereka menyatakan, sampel telur ayam bukan ras (buras) bebas kandang di Desa Tropodo terkontaminasi racun dioksin.
Rilis yang menghebohkan itu sontak menyedot perhatian khalayak dan memantik reaksi beragam dari para pemangku kepentingan.
Radar racun dioksin di Desa Tropodo Sidoarjo — foto: Tempo.co
Kondisi kritis ini yang menempatkan Tropodo di radar polusi racun dunia meliputi beberapa faktor seperti berikut:
1. Tingkat Dioksin Tertinggi Kedua di Asia
Penelitian dari gabungan lembaga lingkungan seperti IPEN, Arnika, Nexus3 Foundation, dan Ecoton menemukan kadar racun dioksin pada telur ayam kampung di Tropodo sangat tinggi.
Tingkat kontaminasinya menduduki peringkat kedua tertinggi di Asia setelah wilayah bekas perang agen oranye di Vietnam.
2. Bahan Bakar Sampah Plastik Impor
Sumber racun ini berasal dari puluhan Industri Kecil Menengah (IKM) tahu di Tropodo yang menggunakan limbah plastik (termasuk plastik impor) sebagai bahan bakar murah untuk membakar tungku produksi mereka.
Asap hitam pekat dari pembakaran plastik menghasilkan senyawa Persistent Organic Pollutants (POPs) seperti dioksin dan furan yang sulit terurai. Zat ini turun ke tanah, dikais oleh ayam, dan menumpuk di dalam telur ayam yang dikonsumsi masyarakat
4. Krisis Kesehatan Warga
Akibat polusi udara dan lingkungan tersebut, mayoritas warga di area ini menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di samping risiko jangka panjang seperti kanker, diabetes, dan gangguan hormon.
Tropodo, sebuah daerah di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masuk menjadi salah satu daerah paling beracun di dunia.
Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang menggunakan sampah hasil impor dari negara maju sebagai bahan bakar industri tahu, sehingga daerah di lingkungannya tercemar POPs, atau Persistent Organic Pollutants.
Kondisi ini diketahui berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh IPEN, ARNIKA, Nexus3, dan Ecoton pada tahun 2019 dengan judul “Plastic Waste Poisons Indonesia’s Food Chain”.
Seberbahaya apa keberadaan POPs?
Persistent Organic Pollutants sendiri merupakan polutan dengan kandungan kimia yang berbahaya dan mampu bertahan di lingkungan dalam waktu yang lama.
Karena kondisi presisten ini, POPs dapat berpindah tempat dengan jarak yang jauh melalui air maupun udara. Keberadaan mereka juga dapat terus bertambah di dalam tubuh organisme hidup atau bioaccumulative, dan berpindah melalui makanan yang sudah tercemar POPs.
Akumulasi ini dapat terlihat di jaringan lemak, dan konsentrasinya terus meningkat pada predator tingkat atas seperti beruang kutub, ataupun manusia.