Runtut.com

Hadiri HUT ke-81 RI, Dewi Soekarno Kenang Perubahan Istana dari Masa Bung Karno

Dewi Soekarno hadir di Istana Merdeka saat HUT ke-81 RI. Ia mengaku kaget melihat perubahan kawasan Istana sejak era Presiden Soekarno.

2 menit baca
6
Hadiri HUT ke-81 RI, Dewi Soekarno Kenang Perubahan Istana dari Masa Bung Karno
Dewi Soekarno menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan mengungkap perubahan kawasan yang pernah menjadi bagian sejarah Bung Karno. — Getty Images/@Bay Ismoyo

JAKARTA - Ratna Sari Dewi Soekarno menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Kehadiran istri Presiden pertama RI Soekarno tersebut menjadi sorotan setelah ia menyampaikan keterkejutannya melihat perubahan kawasan Istana dibandingkan masa ketika dirinya pernah berada di lingkungan tersebut.

Dewi Soekarno tiba di kompleks Istana sekitar pukul 07.10 WIB. Ia mengikuti rangkaian upacara bersama sejumlah tokoh negara, keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu, serta pejabat yang hadir dalam peringatan kemerdekaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi mengenakan kebaya putih bermotif renda yang dipadukan dengan kain batik bernuansa cokelat kemerahan. Penampilannya dilengkapi bros pada bagian dada serta aksesori anting.

Usai menghadiri upacara, Dewi mengungkapkan kesannya terhadap perubahan fisik kawasan Istana Kepresidenan. Ia mengaku terkejut karena terdapat sejumlah bangunan yang sebelumnya belum ada ketika ia masih mengenal kawasan tersebut pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

“Saya kaget sekali, istananya sudah ganti banyak ya. Ada gedung yang dahulu tidak ada. Dahulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar, sekarang ada gedung,” ujar Dewi.

Dewi diketahui pernah tinggal di lingkungan Istana Kepresidenan setelah menikah dengan Soekarno pada 3 Maret 1962. Saat itu, usianya masih 22 tahun. Setelah Soekarno wafat pada 1970, Dewi kemudian meninggalkan Indonesia dan lebih banyak menetap di luar negeri.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Dewi berharap Indonesia terus berkembang dan mengalami kemajuan. “Selalu maju,” katanya saat menyampaikan harapan untuk Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kehadiran Dewi Soekarno dalam upacara kemerdekaan merupakan bagian dari undangan kepada keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu.

Menurutnya, para keluarga pemimpin sebelumnya memang diundang dalam peringatan kemerdekaan, meski kehadiran mereka bergantung pada kesesuaian waktu dan agenda masing-masing.

“Memang setiap tahun, hampir seluruh keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu diundang. Hanya memang tidak selalu setiap tahun beliau-beliau memiliki waktu atau jadwal yang sesuai,” ujar Prasetyo.

Ia menyebut kehadiran Dewi Soekarno tahun ini berkaitan dengan kunjungannya ke Indonesia, khususnya Jakarta, yang bertepatan dengan pelaksanaan upacara HUT RI.

Selain Dewi Soekarno, sejumlah keluarga tokoh negara terdahulu juga terlihat hadir dalam upacara tersebut. Di antaranya istri Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz, Soraya Hamzah Haz, serta sejumlah tokoh nasional seperti Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.

Kehadiran Dewi Soekarno dalam peringatan kemerdekaan menjadi pertemuan antara jejak sejarah masa lalu dan dinamika perubahan Indonesia saat ini. Kawasan Istana yang pernah menjadi bagian dari perjalanan keluarga Presiden Soekarno kini terus berkembang mengikuti kebutuhan pemerintahan di era berikutnya.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 1 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu