JAKARTA - Istana Negara menjadi saksi pergeseran kepemimpinan krusial di tubuh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (15/10/2026). Di bawah sorotan publik yang mengawal ketat tata kelola penanganan bencana, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB menggantikan posisi pimpinan sebelumnya. Pelantikan serba cepat ini menjadi langkah tegas pemerintah dalam merespons kekosongan dan guncangan kepemimpinan pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua hari sebelumnya.
Langkah hukum KPK yang menetapkan lima tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan—yang meraup miliaran rupiah—sempat meruntuhkan kepercayaan publik. Di tengah eskalasi bencana nasional, termasuk amukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang membara di Kalimantan dan Sumatera, perombakan di jajaran pimpinan tertinggi BNPB menjadi momentum krusial untuk mengembalikan integritas lembaga.
Dari Lembah Tidar hingga Komando Teritorial
Penunjukan Letjen Kristomei Sianturi sebagai pimpinan baru BNPB disandarkan pada rekam jejaknya yang panjang di jajaran TNI. Perwira tinggi kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 6 Mei 1976 ini dikenal memiliki kualifikasi solid, baik di medan operasional, jajaran penerangan, hingga komando teritorial.
Mengenang Yadi Timo, Legenda Antagonis yang Warnai Film Indonesia16 Oktober 2026 pukul 17.46Lulusan SMA Taruna Nusantara (1994) dan Akademi Militer (1997) dari kecabangan Infanteri ini mengawali reputasi kepemimpinannya saat dipercaya mengomandani satuan tempur elite sebagai Danyonif Para Raider 305/Tengkorak pada 2013 hingga 2014. Ketajaman taktis dan manajerialnya kian teruji ketika ia mengemban tugas sebagai Dandim 0424/Tanggamus di Lampung.
Di jajaran pendidikan militer, nama Kristomei mencatatkan prestasi sebagai lulusan terbaik Taskap Seskoad (2012) serta lulusan terbaik Kursus Operasi Gabungan TNI & Sesko TNI. Keahlian komunikasi publik dan diplomasi militernya membuat perwira tinggi ini dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Wakil Gubernur Akmil, hingga Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada 2025. Sebelum dilantik memimpin BNPB, ia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.
Janji Bersih-Bersih Tanpa Intervensi
Prosesi pelantikan di Istana Kepresidenan berlangsung khidmat. Usai mengucap sumpah jabatan, Letjen Kristomei menyampaikan pernyataan resminya di hadapan awak media terkait komitmen pembenahan internal dan sikapnya terhadap proses hukum di KPK.







