BANTEN, Runtut.com – Kabar mengejutkan datang dari perairan Selat Sunda. Sebuah speedboat yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak pada Selasa, 8 September 2026. Rombongan tersebut diketahui tengah dalam perjalanan tugas peliputan khusus menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya putus komunikasi di tengah laut.
Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun dari laporan operasi pencarian, kapal nahas tersebut membawa total tujuh orang. Rincian penumpang di dalam kapal terdiri dari lima orang jurnalis dari berbagai media, satu orang nakhoda kapal, dan satu orang Anak Buah Kapal (ABK).
Adapun kelima jurnalis yang menjadi korban hilang kontak dalam insiden ini adalah Bagus Khoirunnas (pewarta dari LKBN Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto atau Yudhis (iNews), Firdaus Wajidi atau Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni yang bertugas sebagai jurnalis freelance. Keberangkatan mereka murni untuk mendedikasikan diri meliput aktivitas vulkanik terbaru di kawasan Selat Sunda.
Memasuki hari kedua pencarian, tepatnya pada Rabu (9/9/2026) pagi, Tim SAR gabungan dari Basarnas Banten kembali melanjutkan operasi secara masif. Berdasarkan dokumentasi video terbaru di lapangan, petugas penyelamat tampak menggunakan kapal cepat jenis RIB (Rigid Inflatable Boat) untuk menyisir area perairan. Operasi penyelamatan hari ini difokuskan pada lima titik lokasi duga yang berada di sekitar rute perjalanan kapal menuju Gunung Anak Krakatau.
Kendati demikian, upaya kemanusiaan ini tidak berjalan tanpa hambatan. Tim gabungan di lapangan mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan menghadapi tantangan alam yang sangat berat. Kondisi cuaca di Selat Sunda dilaporkan memburuk dengan hembusan angin yang sangat kencang. Selain itu, terjangan gelombang laut yang mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter membuat manuver kapal pencari menjadi sangat terbatas dan berisiko tinggi.
Meskipun dihadapkan pada cuaca ekstrem dan medan yang sulit, Tim SAR gabungan menegaskan komitmen mereka untuk terus melakukan pencarian secara maksimal. Dukungan dan doa terus mengalir dari berbagai pihak, khususnya rekan-rekan seprofesi, dengan harapan agar cuaca segera membaik dan seluruh penumpang beserta awak kapal dapat segera ditemukan.










