JAKARTA - Kebakaran hebat melanda kawasan lapak di Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (5/9) dini hari.

Api berkobar cukup besar dan dengan cepat melahap sejumlah bangunan atau lapak yang berada di kawasan tersebut. Kobaran api terlihat disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara dan terlihat dari sejumlah wilayah di sekitar lokasi.

Lokasi kebakaran disebut berada di Jalan Srengseng Raya No. 27, RT 02/RW 04, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, api tampak membakar area lapak dengan intensitas cukup tinggi. Warga sekitar terlihat keluar dari rumah untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Dalam sejumlah rekaman, warga bahkan terlihat mendekati area kebakaran untuk melihat kondisi dari jarak lebih dekat. Namun, situasi tersebut berpotensi membahayakan mengingat besarnya kobaran api serta material yang berada di lokasi.

Lapak barang bekas dan limbah plastik

Area yang terbakar diketahui merupakan kawasan lapak, termasuk lapak pengepul barang bekas atau limbah. Tumpukan material di lokasi, terutama bahan berbahan plastik, diduga menjadi material yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.

Selain bangunan lapak, sejumlah kabel udara yang melintang di sekitar lokasi juga terlihat berada dekat dengan kobaran api. Kondisi ini menambah potensi bahaya selama proses pemadaman.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menangani kobaran api. Upaya pemadaman dilakukan di tengah kondisi material yang mudah terbakar dan asap pekat yang menyelimuti kawasan sekitar.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Belum terdapat informasi resmi mengenai jumlah lapak yang terdampak maupun mengenai ada atau tidaknya korban jiwa dan korban luka.

Kebakaran di Srengseng tersebut menambah daftar peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Jakarta Barat pada hari yang sama.

Informasi mengenai luas area yang terbakar, jumlah bangunan atau lapak yang terdampak, serta penyebab kebakaran masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.